x
Selasa, 02 Juni 20091. Shiroi kiji ni shita e o egaku
Ni tori yarikata ga ari. Hitotsu wa genzu o utsusu suru yarikata
Moo hitotsu wa jiyuu ni desaino hodokosu yarikata de aru. Sutanpo o tsukau
Baai wa shita e wa fuhitsuyo de aru.
Menggambar pola diatas kain putih
Ada dua jalan caranya. Pertama dengan meng”copy” pola yang asli
Satu cara yang lainnya lagi dengan cara langsung membuat disdain
Untuk proses pembuatan batik cap tidak perlu menggunakan pola.
2. Shita e ni shigatte kiji no ryoomen ni dokutoku no sen ya ten de roo tsuke o suru
Menurut pola dengan lilin
Membuat garis(komposisi) dan titik
(Menutup bagian) khusus untuk (mendapatkan) warna kedua
3. Ikkai me no senshoku o suru
Dicelupkan pada warna pertama
4. Senshoku ato, roo kin burasi de kosuri otosuka, moshikawa nettoo ni tsukete tokashi otoshite shimau
(setelah celupan pertama ), menghilangkan lilin (sebagian) dengan cara di jatuhkan (dikorek/disikat) dengan baja, atau lilin dimasukkan dalam air yang mendidih
5. Iro no koosei o kangaete. Tsugi no iro ni sometakunai bubun o mata roo de futashite shimau.
Dalam susunan warna, untuk membuat warna yang lain dengan cara menutup kembali dengan lilin pada bagian yang tak diwarnai.
6. Iro o ooku tsuku baai wa 3 – 5 no sagyoo kurikaesu
Apabila akan membuat warna yang banyak, diulangi pekerjaan tersebut 3 – 5 kali
7. Shiage ni, nettoo ni tsukete subete no roo o tokasu
Untuk penyelesaian, masukkan ke dalam air yang mendidih, maka lilin manjadi lebur.
8. Yoku mizu o susuide, kage boshi ni suru
Bersihkan dalam air (bilas), dan kemudian dikeringkan dalam tempat yang teduh
Shiroi : putih. Kiji : dasar/alam/ali. Egaku : menggambarkan/melukis
Yarikata : cara. Toru : jalan Ni : dua
Jiyuu : kebebasan gen : drawing
Hodokosu : melakukan (operasi/kontruksi) zu : original
Baai : waktu, apabila, kesempatan utsusu : meniru/mengcopy
Fu : hitsuyo, tidak perlu shitae : gambar putih
Shitagatte : menurut, sekedar
Roo : lilin
Dokutoku(dokuji): khas, istimewa, orisinil, asli, khusus
Ikkai : satu kali. Me : pertama
Sanshoku : celupan warna
Kin : emas burasu : brush/sikat netto : air yang mendidih
Kosuri/kusuru : menggosok/menggores tokashi(tokasu) :melebur/encer
Otosu : menjatuhkan otoshite : perangkap/keleburan
Moshikawa : atau, kalau
Shimau : tuntas, sempurna
Iro : warna bubun : bagian, cabang, perincian
Kosei : komposisi/susunan mata : lagi
Kangaete : memikir futa : tutup
Tsugi : berikutnya futashite : menutup
Sometakunai : someru : celup, cat, kunai :tak
Ooku : banyak
Tsuku L membuat
Baai : apabila
Sagyoo : pekerjaan (kerja)
Kurikaesu : mengulang
Shiage K penyelesaian, perampungan, Ni : untuk
Nettoo : air yang mendidih
Tsukete : ditempat/ditaruh/dimasukkan
Subete : sempurna
Roo : lilin
Tokasu : meleburkan
Yoku : benar-benar
Susubu : membilas – susuide : (dgn) membilas
Kage : sinar
Booshi mencegah.
Jawa sarasa no trukurikata
Senin, 20 April 20091. Shiroi kiji ni shita e o egaku
Ni tori yarikata ga ari. Hitotsu wa genzu o utsusu suru yarikata
Moo hitotsu wa jiyuu ni desaino hodokosu yarikata de aru. Sutanpo o tsukau
Baai wa shita e wa fuhitsuyo de aru.
Menggambar pola diatas kain putih
Ada dua jalan caranya. Pertama dengan meng”copy” pola yang asli
Satu cara yang lainnya lagi dengan cara langsung membuat disdain
Untuk proses pembuatan batik cap tidak perlu menggunakan pola.
2. Shita e ni shigatte kiji no ryoomen ni dokutoku no sen ya ten de roo tsuke o suru
Menurut pola dengan lilin
Membuat garis(komposisi) dan titik
(Menutup bagian) khusus untuk (mendapatkan) warna kedua
3. Ikkai me no senshoku o suru
Dicelupkan pada warna pertama
4. Senshoku ato, roo kin burasi de kosuri otosuka, moshikawa nettoo ni tsukete tokashi otoshite shimau
(setelah celupan pertama ), menghilangkan lilin (sebagian) dengan cara di jatuhkan (dikorek/disikat) dengan baja, atau lilin dimasukkan dalam air yang mendidih
5. Iro no koosei o kangaete. Tsugi no iro ni sometakunai bubun o mata roo de futashite shimau.
Dalam susunan warna, untuk membuat warna yang lain dengan cara menutup kembali dengan lilin pada bagian yang tak diwarnai.
6. Iro o ooku tsuku baai wa 3 – 5 no sagyoo kurikaesu
Apabila akan membuat warna yang banyak, diulangi pekerjaan tersebut 3 – 5 kali
7. Shiage ni, nettoo ni tsukete subete no roo o tokasu
Untuk penyelesaian, masukkan ke dalam air yang mendidih, maka lilin manjadi lebur.
8. Yoku mizu o susuide, kage boshi ni suru
Bersihkan dalam air (bilas), dan kemudian dikeringkan dalam tempat yang teduh
Shiroi : putih. Kiji : dasar/alam/ali. Egaku : menggambarkan/melukis
Yarikata : cara. Toru : jalan Ni : dua
Jiyuu : kebebasan gen : drawing
Hodokosu : melakukan (operasi/kontruksi) zu : original
Baai : waktu, apabila, kesempatan utsusu : meniru/mengcopy
Fu : hitsuyo, tidak perlu shitae : gambar putih
Shitagatte : menurut, sekedar
Roo : lilin
Dokutoku(dokuji): khas, istimewa, orisinil, asli, khusus
Ikkai : satu kali. Me : pertama
Sanshoku : celupan warna
Kin : emas burasu : brush/sikat netto : air yang mendidih
Kosuri/kusuru : menggosok/menggores tokashi(tokasu) :melebur/encer
Otosu : menjatuhkan otoshite : perangkap/keleburan
Moshikawa : atau, kalau
Shimau : tuntas, sempurna
Iro : warna bubun : bagian, cabang, perincian
Kosei : komposisi/susunan mata : lagi
Kangaete : memikir futa : tutup
Tsugi : berikutnya futashite : menutup
Sometakunai : someru : celup, cat, kunai :tak
Ooku : banyak
Tsuku L membuat
Baai : apabila
Sagyoo : pekerjaan (kerja)
Kurikaesu : mengulang
Shiage K penyelesaian, perampungan, Ni : untuk
Nettoo : air yang mendidih
Tsukete : ditempat/ditaruh/dimasukkan
Subete : sempurna
Roo : lilin
Tokasu : meleburkan
Yoku : benar-benar
Susubu : membilas – susuide : (dgn) membilas
Kage : sinar
Booshi mencegah.